Indonesia Bukan Tidak Bisa Bikin Motor Listrik Lokal, Masalahnya di Volume Produksi

0
43
Gesits, calon motor listrik lokal. (detikcom)

Jakarta, MENTARI.ONLINE – Masyarakat masih memandang sebelah mata produk-produk buatan dalam negeri. Hal ini menjadi penyebab banyak produk lokal tanah air kalah bersaing dengan produk luar negeri.

Sektor otomotif  menjadi contoh paling terlihat untuk memberi bukti dari pernyataan diatas. Merek mobil dan motor  yang mendominasi di tanah air  berasal dari Jepang. Dan itu sudah berlangsung puluhan tahun.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Kementrian BUMN, Fajar Harry Sampurno sampai harus menggunakan kata’jihad’ untuk mewakili usaha mengembangkan motor listrik di Indonesia.

“Kita harus jihad untuk motor listrik ini,”  demikian Fajar mengatakan seperti dilansir oto.detik.com, Minggu (20/8/2017).

Yang dimaksud ‘jihad’ oleh Fajar adalah masyarakat harus berani memakai produk yang diproduksi industri dalam negeri. Masalahnya adalah apakah masyarakat berani atau tidak.

“Yang menjatuhkan industri Indonesia adalah orang Indonesia sendiri motor ini juga ada nggak yang berani,” lanjut Fajar.

Diterangkan Fajar, 99 persen produk motor di tanah air  bermerek Jepang padahal produk dan desain motor tersebut dibuat orang Indonesia. Demikian halnya dengan mobil.

Fajar berpandangan  agar industri motor listrik mampu berkembang pesat maka masyarakat juga harus percaya diri menggunakan produk buatan lokal.

Sementara itu, I Gusti Putu Suryawirawan Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementrian Perindustrian mengatakan industri otomotif lokal bukan tidak bisa memiliki eksistensi di dalam negeri.

Masalahnya, apabila jumlah produknya kecil otomatis tetap kalah bersaing dengan merek-merek besar yang sudah eksis selama ini. Jadi industri otomotif lokal membutuhkan volume produk yang memadai.

“Kita bisa buat (produk otomotif lokal) tapi untuk produksi tidak cukup (volume) jadi masalah buat kita. Itulah mengapa (produksi otomotif )lebih dikuasai merek asing,” kata Dirjen ILMATE Kemenperin seperti dilansir oto.detik.com, Jum’at (18/8/2017). (jm/pjk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here